Latest Entries »

MUKENA CANTIK

Mukena Cantik Dengan Berbagai Model Terdapat Dalam Berbagai Ukuran


Terbentuknya Konstitusi RIS bersamaan dengan ditandatangani Kesepakatan Meja Bundar Antara delegasi Indonesia dan Belanda di kota Den Hang. Kesepakatan Meja Bundar tersebut menghasilkan Negara Republik Indonesia Serikat (RIS) dan terbentuk Konstitusi RIS yang bersifat sementara. View full article »

Sudah lama

Sudah satu tahun nih sejak posting terakhir di sini karena kesibukan jadi sekarang agak jarang update situs ini, semoga saja keriduan posting lagi tetap berlanjut. View full article »

Cartoon ini pernah terbit pada tanggal 22 April 1915 di The Day, cartoon lawas ini menceritakan tokoh yang bernama Van Loons yang sedang menonton pertandingan bola, dan sangat senang datang lebih awal, karena ia mendapatkan tempat duduk di baris terdepan dan di lorong utama, ini adalah pertama kalinya ia memonton pertandingan bola di stadion. Apa yang terjadi, banyak orang yang lalu-lalang, dari orang yang terlambat datang, sampai ke pedagang yang menjajakan makanan dan minuman. View full article »

Ini dia satu lagi cartoon lama yang terbit di tanggal 24 Maret 1919 pada The Independent, ST. Petersburg, Florida. merupakan karya dari Allman, belum diketahui apakah ini nama samaran atau sebenarnya.
cartoonnya ada dibawah ini silahkan dinikmati ya. View full article »

Wartawan tersebut dipanggil pada hari Kamis oleh Dr Soekarno, Presiden, Republik Indonesia; Dr Mohamad Hatta, Wakil Presiden; dan Dr Subardjo, Menteri Luar Negeri, di kediaman Presiden. Ketika mobil melaju di di gerbang kediaman Presiden, penjaga berseragam hijau memberikan hormat semi Fasis dengan jari mereka yang menyebar.

Pada saat wawancara, Soekarno mengatakan dia ingin menghindari gangguan pada saat ini dan masa yang akan dating, dan dia ingin melihat masalah Indonesia diselesaikan dengan cara damai. Tidak bosan Soekarno memberikan perintah kepada seluruh rakyat dan tentara Indonesia untuk memelihara perdamaian dan ketentraman. View full article »

Kejadian yang akan terjadi besok pasti mengingatkan kita pada, peristiwa 68 tahun yang lalu. Tanggal 19 Juni 2010 Belanda akan kembali bertempur melawan Jepang. Kejadian itu sama seperti yang terjadi pada Tahun 1942, di mana Belanda harus berhadapan dengan Jepang, bertempur untuk mempertahankan negara jajahannya Hindia Belanda, saat ini Belanda pun harus berhadapan dengan Jepang, View full article »

Setelah menulis Masa Kelam Selama Penjajahan Jepang, saya mendapatkan email dari seorang yang awalnya saya tidak mengenalnya, tapi ternyata sering saya kirimi email tulisan-stulisan sejarah, ya beliau Bambang Hidayat, emailnya menanyakan kenapa tanggapannya direject oleh multiply. Setelah saya mencari nama Bambang Hidayat yang tinggal di Bandung melaui mbah google, wah saya jadi terkaget-kaget beliau Guru Besar dari ITB dalam bidang astronomi, wih jadi merasa tersanjung. View full article »

Jepang selalau menyiarkan bahwa Rakyat Indonesia (Hindia Belanda pada saat itu) senang terhadap kehadiran mereka, akan tetapi kondisi yang sebenarnya tidaklah seperti yang Jepang selalu katakan di dunia internasional.

Dalam masa penjajahan Jepang telah menimbulkan berbagai kerugian terutama dalam pertanian dan perkebunan, banyak pertanian dan perkebunan yang dulu mampu nyanggah ekonomi Negara dihancurkan oleh Jepang. Perkebunan karet, perkebunan teh dihancurkan, kemudian para pekerja yang dulu bekerja diperkebunan tersebut diusir sehingga mereka tidak memiliki pekerjaan lagi. Daerah-daerah pertanian yang dulu mampu menghasilkan tanaman pangan untun memenuhi kebutuhan makanan rakyat, dihancurkan dan alihkan menjadi bududaya tanaman kapas dan tanaman lain yang mampu menyokong perekonomian Jepang pada saat perang. View full article »

Pada awal penjajahan Jepang di Tahun 1943, Jepang berusaha memberitahukan kepada dunia kalau orang-orang Indonesia, Cina, dan orang dari bangsa lain di Hindia Belanda sangat bahagia menerima kehadiran Jepang.

Akan hal tersebut Dr. R Soetomo berpesan sebelum beliau berpulang pada Tahun 1938, begini bunyi pesannya: “Waspadalah terhadap Jepang,” kemudian ia menambahkan. “Berjuanglah untuk suatu kehidupan yang lebih baik (maksudnya adalah merdeka), Berjuanglah untuk menegakkan hak-hak Kita (bangsa Indonesia), dan berjuanglah standar hidup yang lebih tinggi (maksudnya adalah Kemakmuran). Tapi jangan ini dalam kerangka Kerajaan Belanda (maksudnya adalah hal ini harus dilakukan dalam kerangka Indonesia yang bebas dan Merdeka menjadi suatu bangsa yang berdaulat).” Begitulah pesan Soetomo yang meminta bangsa Indonesia merdeka agar memiliki kehidupan lebih baik, haknya tidak dilanggar, serta mencapai kemakmuran. Apakah hari ini sudah tercapai? Jawabannya ada di diri kita masing-masing.

Selain itu pada masa penjajahan Jepang banyak juga yang menjadi kaki tangan untuk keuntungan sendiri, Mr. Nadjarnoiddin seorang walikota di Makasar dan pernah menjabat sebagai Pejabat Bea Cukai di Surabaya, dia dipenjara karena melakukan penggelapan dan pemalsuan pada saat pemerintahan Belanda, sedangkan pada saat penjajahan Jepang, dia diangkat sebagai Walikota Makasar.

Kemudian yang lain adalah Rajah Coroh dari Timor, dia pernah digulingkan oleh Belanda karena berkuasa secara lalim dan kejam terhadap rakyatnya, yang kemudian di gantikan oleh adiknya yang selalu berbuat dan memikirkan kesejarteraan rakyat Timor. Pada saat penjajahan Jepang Rajah Coroh diangkat kembali menjadi Raja Timor.

Tokoh-tokoh Mr. Nadjarnoiddin dan Rajah Coroh belum tentu seperti apa yang dideskripsikan karena informasi ini berasal dari Koran Australia, namanya The Sidney Morning Herald, terbit pada tanggal 16 Oktober 1943.

Di Hindia Belanda Jepang sulit memasukkan pengaruhnya, dan kesulitan untuk menemukan orang Indonesia terkemuka dan yang mau bekerja sama dengan mereka. Mereka akhirnya menentukan pilihannya pada Ir. Soekarno, seorang Nasionalis Jawa dengan semangat berapi-api, yang pernah diasingkan ke Sumatera oleh Belanda karena kegiatan-kegiatan revolusioner. Jepang mengangkat Soekarno sebagai ketua dari Poetera (Putera), atau disebut Pusat Tenaga Rakyat, tapi tampaknya Soekarno tidak terlalu diandalkan. Dia sudah tidak terdengar berpidato di radio untuk waktu yang lama, dan pernah ditangkap setidaknya sekali oleh penjajah Jepang.

The Sidney Morning Herald
Jum’at, 11 Agustus 1944

WordPress

Dalam rangka Bulan Bung Karno yang jatuh pada Bulan Juni.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.