Kisah Terbentuknya Konstitusi RIS

Terbentuknya Konstitusi RIS bersamaan dengan ditandatangani Kesepakatan Meja Bundar Antara delegasi Indonesia dan Belanda di kota Den Hang. Kesepakatan Meja Bundar tersebut menghasilkan Negara Republik Indonesia Serikat (RIS) dan terbentuk Konstitusi RIS yang bersifat sementara. Lanjutkan membaca “Kisah Terbentuknya Konstitusi RIS”

Wawancara Wartawan The Times dan The Glasgow Herald dengan Soekarno

Wartawan tersebut dipanggil pada hari Kamis oleh Dr Soekarno, Presiden, Republik Indonesia; Dr Mohamad Hatta, Wakil Presiden; dan Dr Subardjo, Menteri Luar Negeri, di kediaman Presiden. Ketika mobil melaju di di gerbang kediaman Presiden, penjaga berseragam hijau memberikan hormat semi Fasis dengan jari mereka yang menyebar.

Pada saat wawancara, Soekarno mengatakan dia ingin menghindari gangguan pada saat ini dan masa yang akan dating, dan dia ingin melihat masalah Indonesia diselesaikan dengan cara damai. Tidak bosan Soekarno memberikan perintah kepada seluruh rakyat dan tentara Indonesia untuk memelihara perdamaian dan ketentraman. Lanjutkan membaca “Wawancara Wartawan The Times dan The Glasgow Herald dengan Soekarno”

Ikan Dalam Air Milik Bambang Hidayat

Setelah menulis Masa Kelam Selama Penjajahan Jepang, saya mendapatkan email dari seorang yang awalnya saya tidak mengenalnya, tapi ternyata sering saya kirimi email tulisan-stulisan sejarah, ya beliau Bambang Hidayat, emailnya menanyakan kenapa tanggapannya direject oleh multiply. Setelah saya mencari nama Bambang Hidayat yang tinggal di Bandung melaui mbah google, wah saya jadi terkaget-kaget beliau Guru Besar dari ITB dalam bidang astronomi, wih jadi merasa tersanjung. Lanjutkan membaca “Ikan Dalam Air Milik Bambang Hidayat”

Soekarno Berkata Indonesia Siap Untuk Melawan Apapun

Dr, Soekarno, Presiden Republik Indonesia, dan juru bicara Pemerintah Indonesia di luar Batavia, menyiarkan dalam bahasa Melayu dan Inggris dari Yogyakarta di Jawa, mengatakan Bahwa Indonesia bertekat atau jika diperlukan berjuang untuk kemerdekaan tidak peduli kekuatan apapun yang akan menghadangnya.

Soekarno hanya meminta pengakuan kemerdekaan dari PBB secara penuh, dan mengatakan bahwa tidak ada lagi yang akan memuaskan 70.000.000 penduduk Indonesia, selain pengakuan kemerdekaan. Perundingan yang akan diselenggarakan di Batavia, akanlah sia-sia kecuali orang Belanda mengakui keberadaan Republik.

Dr Soekarno juga mengatakan: “Tujuh puluh juta rakyat Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat, akan bekerja sama dalam bidang ekonomi dan politik dengan demokratis. Setelah mereka memenangkan kebebasan mereka, dan akan mempertahankannya dengan segala cara”.

Dr Van Mook, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, menyatakan: “Pemerintahan Sjahrir di Indonesia, tidak memiliki kewenangan untuk memerintah. Oleh karena itu kelompoknya adalah bukan pemerintah yang sah”. Dr Van Mook menambahkan, hal ini dilakukan kemarin dalam sebuah siaran dari Belanda. Dia berkata: “Perbuatan yang dituntut sekarang merupakan solusi dan mungkin tidak terlalu lama lagi. Piagam Atlantik menyuarakan perasaan kebencian Sekutu terhadap hubungan kolonial dengan negara yang menjajahnya, dan serangan diarahkan pada kami di Australia, India, dan Amerika Serikat adalah manifestasi roh internasional yang tidak akan mentolerir penaklukan dengan kekuatan setiap orang. Kami telah mengikuti dan memahami perkembangan ini. Ketika hubungan dibangun antara Belanda dan Indonesia mereka akan mampu bekerja sama, mengakhiri kebingungan dan memulai rekonstruksi “.

Beberapa pengamat Indonesia tampaknya yakin bahwa akan ada kebuntuan politik lebih lanjut dalam diskusi sehubungan dengan masa depan bangsa Indonesia, dan bahwa kelak pasti akan menimbulkan aksi militer dari Inggris dan Belanda besar-besaran, yang menyebabkan keadaan perang di Jawa. Memang, belum ada pembicaraan tertentu yang akan diadakan, terutama jika Indonesia telah menuntut pengakuan Belanda atas Pemerintah Indonesia secara tegas pada awal-awal pembicaraan.

Di sisi lain, walaupun Indonesia dalam keadaan sulit ada perasaan optimisme untuk disejajarkan dengan perwira-perwira dan pejabat Inggris, walaupun beberapa dari mereka merasa terusik atas pernyataan Dr Van Mook di London, mungkin juga disalahpahami oleh orang Indonesia . Seorang pejabat terkemuka mengatakan: “Saya menolak untuk menjadi apa pun namun optimis. Saya percaya bahwa proposal Belanda cukup fleksibel untuk memungkinkan penerimaan oleh orang Indonesia – mereka bersua didak diperbolehkan mengagalkan perundingan”.

Perdana Menteri Indonesia, Sjahrir, telah mengungkapkan rencana untuk memulangkan tawanan Jepang dan interniran Belanda dari Jawa. Dia mengatakan Jepang telah memilih pelabuhan Cirebon, yang terletak di Jawa bagian utara, untuk mengumpulkan pasukan dan kemudian dipulangkan oleh Inggris. Semua interniran Belanda dan Eurasia akan meninggalkan Jawa dan terlebih dahulu dibawa ke Batavia. Unit Penjaga Perdamaian PBB akan mengawal pemulangan pasukan Jepang ke Cirebon dan menjaga interniran yang menuju Batavia menggunaka kereta api.

Seribu lima ratus inertness Belanda, terutama perempuan dan anak-anak, akan meninggalkan Batavia dalam beberapa hari berikutnya menuju ke Australia dan New Zealand, mayoritas akan diangkut dengan kapal dan sebagian lagi akan diangkut dengan pesawat. Seribu lima ratus orang sudah berangkat menuju negara-negara tersebut, dan 1500 lebih akan dikirim kemudian. Dari total 4.500 orang Australia bersedia menampung 3000. Para pejabat Belanda mengatakan, Australia telah bersedia untuk menerima dan menampung lebih banyak tawanan, tetapi telah mengantisipasi dan merencanakan untuk tidak ada lagi penambahan dalam jumlah besar.

The Age, Melbourne

Senin, 7 January 1946

WordPress

Pengkhianatan Terhadap UUD 45 Pertama Kali

Inilah suatu pengingkaran terhadap konstitusi Indonesia yang diatur dengan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45), pengingkaran tersebut dengan diangkatnya Jabatan Perdana Menteri di Indonesia, hal tersebut tidak lah sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh UUD 45, dimana kepala negara dan kepala pemerintahan di jabat rangkap oleh presiden.

Jabatan Perdana Menteri pada saat itu di emban oleh Sutan Sjahrir sebagaimana dilansir oleh Surat kabar Australia, sebagai berikut:

Kutip

Perdana Menteri Baru di Indonesia

Menghapuskan Kolaborasi

Diberitakan oleh perwakilan khusus A. A. P.

Batavia, Nov 13. – Sutan Sjahrir, 36, digambarkan sebagai seorang moderat yang menginginkan kerjasama dengan Inggris, hari ini ditunjuk sebagai Perdana Menteri Pemerintah Republik Indonesia.”

Sistem Ketatanegaraan yang dianut oleh UUD 45 adalah system Presidential hampir sama seperti yang dianut oleh Amerika Serikat, akan tetapi dengan pengangkatan Perdana Menteri maka model ketatanegaraan berubah total menyerupai Perancis, serti dikutip pada artikel yang sama.

“Dia akan membuat perubahan besar dalam konstitusi dari “Republik”, di mana kekuasaan eksekutif akan diberikan dalam Kabinet yang bertanggung jawab kepada rakyat, bukan kepada Presiden. Dr Soekarno dengan demikian akan benar-benar kehilangan kekuatan diktator dan menjadi presiden pada model Perancis, bukan Amerika, di mana konstitusi itu sekarang seolah-olah menganut model tersebut.”

Pengingkaran terhadap UUD 45 ini dimaksudkan untuk menghilangkan anggapan bahwa Indonesia merupakan Negara boneka buatan Jepang, sebagaimana digembor-gemborkan oleh Belanda, itulah yang dikatakan oleh Sjahrir setelah dirinya diangkat menjadi Perdana Menteri Indonesia, berikut kutipannya

“Sjahrir mengatakan pada hari ini (pada saat pengangkatan Sjahrir menjadi Perdana Menteri), bahwa Indonesia harus membebaskan dirinya dari “noda moral kolaborasi dengan Jepang”.”

Tulisan ini bersumber dari

The Sydney Morning Herald

Wednesday, November 14, 1945

Ditulis dengan blog WordPress.

Inilah Peran Jepang Dalam Pertempuran Sengit di Surabaya

Sebenarnya apakah mungkin Indonesia menang dalam pertempuran sengit dan hebat di Surabaya tanggal 10 November 1945, bila dinalar memang sangat tidak mungkin, akan tetapi walaupun Jepang menjajah Indonesia selama 3,5 tahun, Jepang memberikan kotribusi yang sangat baik untuk angkatan perang Indonesia pada awal kemerdekaan. Berikut bukti peran jepang terhadap kemerdekaan dan kemenangan di pertempuran 10 November 1945.

Bantuan Jepang kepada Indonesia

bukti kuat adanya kerjasama

Batavia, Kamis, Siaran khusus melalui radio Surabaya selama dua malam telah menganjurkan dengan kata-kata yang jelas bahwa tidak hanya ada Jepang di Surabaya akan tetapi ada beberapa dari mereka yang aktif membantu Indonesia.

Indonesia menggunakan taktik khas Jepang, hal tersebut tidaklah mengejutkan, karena mereka telah dilatih oleh Jepang, tapi lebih dari itu, mereka menembak dengan cara yang baik, seperti saat ujian berperang.

Hal tersebut merupakan bukti yang kuat, harus diakui, walaupun masih kurang, tetapi tetap merupakan bukti yang kuat. Pernyataan tersebut tentus aja harus di keluarkan secara hati-hati karena banyak pengamat yang akan mengatakan bahwa Indonesia sebagai Negara yang kecil dan mamapu bertindak tanpa bantuan dari Negara lain.

Berharap untuk “datang-kembali”.

Bahwa Jepang memang memiliki organisasi rahasia tertentu yang ditugaskan untuk menghadapai Sekutu. Pemimpin militer berpikir untuk kembali, dan tidak ada yang sesuai dengan tujuan pasca-perang lebih baik mengumpulkan Negara-negara yang bergolak di Asia Tenggara terhadap sentimen Barat dan membutuhkan teknisi kemungkinan atas bantuan dari Jepang.

Jepang minim kemampuan sebagai diplomat, Jepang telah menunjukkan diri mereka di Cina dan tempat lain, bahwa Jepang memiliki bakat alami sebagai agen provokator. Dalam pidato perpisahan yang ditujukan kepada perwira yang mendukung Jepang dan Korps Sukarelawan Pertahanan Indonesia yang dilatih oleh Jepang pada 17 Agustus, Jenderal Nagano menjelaskan bahwa ia mengharapkan mereka untuk melanjutkan perjuangan kemerdekaan dengan kekuatan.

Tidak ada yang mengetahui dengan persis dari mana garnisun Jepang Surabaya berasal, yang berjumlah lebih dari 20.000 orang. Markas Besar Angkatan Darat Jepang ke-16 di Bandung menyatakan bahwa mereka telah kehilangan kontak dengan mereka selama beberapa minggu. Harus segera mungkin untuk membuat jelas sampai sejauh mana perlawanan Indonesia ini disebabkan oleh semangat nasionalis dan sejauh mana itu karena manipulasi dan bantuan langsung Jepang.

Pembersihan di Surabaya terus dilakukan secara. Meskipun perlawanan Indonesia dilaporkan menjadi memakin keras. korban kami sangat ringan.

Konferensi Dibatalkan

Reuter menambahkan bahwa pertemuan antara Dr Van Mook, Letnan-Gubernur Hindia Belanda dan pemimpin Republik Indonesia di kediaman Jenderal Chirstison, Panglima Tertinggi Sekutu, kemarin malam dibatalkan pada saat terakhir kantor berita Belanda melaporkan.

Mr Sutan Sharir, Perdana Menteri Indonesia yang baru, berkata “Saya mengerti Inggris membatalkan pertemuan.”

Pihak berwenang Belanda menyatakan mereka “tidak berwenang untuk mengungkapkan alasan mengapa pertemuan itu dibatalkan,” kata lembaga itu. HQ Inggris mengumumkan “Pernyataan lengkap akan dibuat besok.”

The Glasgow Herald

Jumat, November 16, 1946

Pertempuran di Surabaya dan Kematian Brigadir Mallaby

JAWA: jalannya Kekaisaran

Senin, November 12, 1945

Berkobar pertempuran baru di Hindia Belanda minggu lalu. Gerakan nasionalis tampaknya keluar dari kontrol para pemimpinnya. Di Surabaya 1.600 pasukan Inggris, diserang oleh pasukan Jawa dalam jumlah yang banyak, dipersenjatai dengan peralatan Jepang yang baik, termasuk tank, sudah sekitar 100 korban. Presiden Soekarno  “Republik Indonesia” terbang dari Batavia untuk memberikan perintah gencatan senjata. Hari berikutnya Komandan Inggris, Brigadir Aubertin WS Mallaby terbunuh oleh masa yang sedang marah di Surabaya.

Pengintai Inggris menunjukkan bahwa sampai 100.000 pasukan Indonesia, yang termasuk perlengkapan Jepang sebanyak 62 pesawat, ada massa di Jawa Tengah. Inggris sendiri mulai pendaratan divisi kedua, bergegas dengan lebih banyak kapal perang dan pesawat. Sebagian besar pasukan Inggris tentara India yang memiliki sedikit menyukai untuk pekerjaan.

Soekarno tidak mampu menyerukan kepada para pengikutnya untuk menghentikan pertempuran. Hubertus van Mook Berkacamata, pejabat Gubernur berpengalaman, telah diingatkan kembali oleh Pemerintah untuk bersedia berunding dengan Soekarno. Belanda tidak ingin kehilangan bagian terkaya dari kerajaan mereka, jangan lupa bahwa Soekarno adalah kepala boneka Jepang di Jawa, dan masih benci untuk mengakui bahwa Indonesia dapat memiliki politik matang selama pendudukan Jepang. Mereka mengatakan kepada Van Mook bahwa ia mungkin berhadapan dengan pemimpin asli lain, tetapi tidak pernah dengan Soekarno.

Nasionalis. Peristiwa tersebut telah membawa Soekarno yang langsing dan pandai bicara di sebuah rumah mewah di Batavia bagian Eropa. Di sana ia dengan senang hati dan nyaman berpose bersama istri kedua merupakan perempuan Jawa yang cantik dan anak lelakinya yang berusia sepuluh bulan. Dia menjawab dengan tegas pertanyaan tentang siaran anti-Sekutu masa perang dan perjalanan ke Jepang dengan mengklaim bahwa ia hanya bekerja sama untuk mendapatkan konsesi bagi Negara dan Rakyatnya. Jika pewawancara terus menanyainya tentang kolaborasi, biasanya ada sebuah jeda sementara gadis  Indonesia rupawan melayani kue dan air jahe panas.

Jika disejajarkan Soekarno adalah Kerensky dari revolusi Indonesia, Wakil  Presidennya, Mohammad Hatta, berusia 43, mungkin Lenin. Tajam, cerdas, berpendidikan Eropa, Hatta membentuk kelompok nasionalis pertama di usia 15, seperti Soekarno diasingkan oleh Belanda.

Kedua ternyata tidak sepenuhnya percaya satu sama lain, biasanya diwawancarai bersama sehingga masing-masing dapat memeriksa apa kata yang lain. Hatta merancang gerakan konstitusi, yang dipenuhi dengan klausul melarikan diri (Presiden memiliki kekuasaan diktator “di masa kritis;” kebebasan berbicara dan berkumpul tidak dijamin, tapi “harus disediakan”).

Tokoh Gerakan penting yang ketiga dan negarawan tua adalah Palim, 61 tahun, salah satu dari para pendirinya. Dia bekerja di layanan kolonial Belanda selama bertahun-tahun, memimpin gerakan menyamar untuk kemerdekaan sampai tahun 1938, sekarang berkonsultasi dengan para pemimpin muda pada semua masalah utama. Palim memperingatkan: “Kami sudah 350 tahun menerima janji-janji dari Belanda: Kami tidak ingin apa-apa lagi dari mereka. Jika anda ingin memulai Pertempuran besar lagi, kirim kembali Belanda ke Indonesia.” Ketika ditanya apakah ia akan memilih pemerintahan kolonial Inggris kepada pemerintahan Belanda, ia menjawab: “Apakah kau lebih suka digigit oleh kucing dari anjing?”

http://www.time.com

Soekarno Menawarkan Belanda Untuk Berinvestasi Ke Indonesia

Pasukan India Menduduki Laut Jawa
Indonesia mengungkapkan dasar untuk pembicaraan.
oleh Indonesia

Batavia, Jawa, Oct 25 – (AP) – Amir Syarifuddin, menteri informasi dalam pemerintahan Soekarno, formula diumumkan malam ini di mana Indonesia akan membuka perundingan informal dengan Belanda dalam upaya untuk membawa penyelesaian damai di Hindia Belanda.

Menteri informasi menyatakan perundingan akan diselenggarakan di hadapan pihak ketiga mungkin wakil dari Amerika Serikat, dan bahwa “hak penentuan nasib sendiri dari bangsa Indonesia diakui.”

Syarifuddin adalah salah satu moderat yang menonjol dalam gerakan Nasionalis asli.

Brigade India Inggris  ke 49 menduduki Surabaya, pangkalan angkatan laut Jawa, tanpa oposisi hari ini.

Situasi Cerah

Situasi politik cukup cerah sebagai HJ van Mook, pejabat Gubernur, mengundang Soekarno kabinet untuk bertemu dengan dia.

(Aneta, kantor berita Belanda, dilaporkan dalam pengiriman dari Amsterdam bahwa 11 surat kabar telah membahas banding Amerika kepada pemerintah untuk menghapus ketegangan antara Belanda dan Indonesia melalui cara demokratis dan tanpa menggunakan kekerasan.)

Aneta melaporkan “Kekacauan dan kuburan” situasi di Surabaya, pangkalan angkatan laut Jawa, Namun, di mana pasukan Sekutu mendarat hari ini. Unit Sekutu terlibat dalam pemulihan tawanan perang Sekutu dan interniran yang dikatakan telah dilemparkan ke penjara oleh Nasionalis ekstremis.

“Tujuh belas orang Eropa dan Eurasia telah meninggal sebagai akibat dari pemukulan yang mereka terima di penjara,” kata Aneta. Ada perkelahian jalanan setiap hari.

Banding AS

Presiden Soekarno dari “Republik Indonesia” naik banding ke Amerika Serikat dalam siaran semalam untuk bertindak sebagai mediator dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Soekarno berbicara di Malabar stasiun penyiaran atas kontrol Inggris  di Bandung. Ia menggunakan stasiun tidak segera menjelaskan. Ketika pertama pasukan Inggris mengambil alih Bandoeng Namun, mereka menghentikan Nasionalis dari menggunakan stasiun dan beberapa pengamat menafsirkan pencabutan larangan sebagai indikasi perubahan penting dalam kebijakan Inggris.

Soekarno mengatakan kemarin “tidak ada kekuatan di bumi” yang bisa menghentikan gerakan kemerdekaan Indonesia, namun menambahkan.

“kita tidak ‘mau membuang Belanda ke laut. Mereka dapat mempertahankan kepemilikan keuangan mereka di sini. hal ini dapat diatur oleh sebuah perjanjian dengan Belanda.

Otawa Citizen

The Evening Citizen

Rabu, Oktober 25, 1945

Belanda Menawarkan Gencatan Senjata Kepada Pemberontak

Gubernur Jawa berhenti karena pemberontakan pribumi

Batavia, Jawa, Oct 15. – (AP) – DR. Hubertus Van Mook, Letnan Gubernur Hindia Belanda, bertindak hari ini untuk memadamkan pemberontakan yang membahayakan salah satu kerajaan kolonial terkaya di dunia dan menawarkan untuk merundingkan gencatan senjata dengan pemimpin pemberontak Indonesia.

Aneta, kantor berita resmi Belanda, mengutip Dr Van Mook yang menyatakan bahwa dia bersedia bertemu para pemimpin dari semua kelompok di Indonesia, termasuk Soekarno, sok presiden “Republik Indonesia.”

(Dalam berita tertulis dari Den Haag, Aneta mengatakan bahwa AWL Tjarda Van Starkenborg Stachouwer telah mengundurkan diri sebagai gubernur jenderal karena dia “tidak bisa menjadi pembawa kebijakan pemerintah” di Hindia. Ia tiba di Den Haag awal bulan lalu, setelah dibebaskan dari kamp penjara Jepang.

(Sebelumnya, pemerintah telah menolak berunding dengan Soekarno yang dituduh menjadi seorang “oportunis boneka Jepang.”

(Tidak secara jelas apakah Van Starkenborg Stachouwer berada di ketidaksetujuan dengan kebijakan pemerintah lama atau kebijakan pemerintah baru yang ingin negosiasi dengan pemberontak.

(Perdana Menteri Schermerhorn diharapkan untuk membuat pernyataan besok.

(berita tertulis Reuters Sebuah laporan mengutip di Batavia 50.000 anak-anak dan perempuan Belanda telah dikelilingi oleh bersemangat liar Indonesia di daerah Batavia dan benar-benar terputus dari kekuatan Sekutu “. Berita terluis menambahkan wanita dan anak-anak” yang ditahan hampir sebagai sandera ” dan bahwa pribumi “dikatakan terinspirasi oleh Jepang.”

(Sebuah sumber otoritatif di London mengatakan Pemerintah Inggris telah sepakat untuk “membuat kapal yang tersedia” untuk membawa pasukan Belanda dari Eropa ke Jawa.)

Berita baru dilaporkan dari pedalaman Jawa, sebagai gerombolan pemberontak bersenjata menutup kota ini. Bertindak untuk menjaga ketertiban, Inggris Mayor Jenderal DC Hawthorn, komandan Sekutu memerinthkan hukuman mati di Batavia untuk penjarahan, sabotase, yang membawa senjata, atau penolakan untuk menyerahkan senjata.

Nasionalis Indonesia memerintahkan penghentian pekerjaan umum di Batavia.

Aneta, kata Dr van Mook kepada konferensi pers bahwa Belanda akan bertahan pada Perjanjian tahun 1942 untuk memberikan kebebasan Hindia untuk urusan internal dalam persemakmuran Belanda.

“Nantinya tidak akan ada menjadi warga negara ‘kelas satu’ atau ‘kelas kedua’,” seperti dikutip oleh kantor berita Aneta . “Begitu pemerintahan dipulihkan dan adanya korban perang, yang pergi melalui begitu banyak, tidak lagi terancam, saya siap untuk membahas rincian dari rencana kami untuk masa depan cara yang paling liberal.”

(Belanda Home Radio mengutip dia yang mengatakan: “Kita orang Belanda telah belajar bahwa semua yang telah tersisa dari sistem kolonial Belanda lama telah menghilang.”)

Miami Daily News

Monday, October 15, 1945

Vol L. No. 304

Masa Depan Indonesia

Soekarno menolak untuk bertemu dengan Belanda
Presiden Soekarno dari “Republik Indonesia” dan anggota kabinet mengatakan dalam sebuah wawancara di Batavia bahwa mereka akan menolak untuk bertemu dengan Tuan Van Der Plas atau perwakilan lainnya dari Pemerintah Belanda untuk membahas kemerdekaan yang diklaim Soekarno kelahirannya sudah Pemerintah dicapai.
“Kami tidak mengenali Belanda kembali berkuasa dan kita tidak akan berurusan dengan Belanda,” Soekarno menegaskan. “Republik kita (asli) Pemerintah aturan praktis negeri. Van Der Plas di sini untuk kepentingan penjajahan Belanda. Bagaimana kita bisa membicarakan masalah kita dengan dia?”.
Soekarno mengatakan, bagaimanapun, bahwa ia akan berurusan dengan perwakilan Sekutu.

Kritik Belanda
Koran Belanda kemarin dikritik Letnan Jenderal Sir Philip Christison, Panglima Sekutu di Indonesia, karena menginginkan Belanda untuk duduk di meja bundar konferensi dengan Soekarno, menurut Reuter pesan dari Den Haag.
Pemogokan di Indonesia di Australia telah menyebar ke sebuah kamp Belanda di dekat Melbourne, di mana 17 prajurit Indonesia ditangkap. Sekelompok Indonesia di percetakan Belanda kerja juga melanda.
Sebuah telegram protes terhadap penggunaan kekuatan bersenjata oleh suatu kekuasaan asing di tanah Australia dikirim oleh Australian Council for Civil Liberties untuk Mr Joseph B. Chifley, Perdana Menteri, dan tenaga kerja anggota parlemen
Federal Kabinet telah menunjuk sub-komite untuk menangani sengketa pengiriman Belanda.

Kabinet Jepang
Sementara itu, laporan lagi arus dalam Tokio bahwa perombakan dari Kabinet Jepang dapat diharapkan sangat singkat.
Komando Sekutu sibuk dengan tugas membongkar mesin perang Jepang, telah meminta laporan lengkap tentang produksi Jepang dalam istilah militer, dan persediaan yang lengkap saham yang ada masih di tangan Pemerintah.
Informasi rinci juga dituntut dari produksi tahunan senjata, persenjataan, amunisi, dan semua peralatan bermotor yang meliputi tahun-tahun 1941-1945.
Jenderal Chien ta-Chun, Walikota Shanghai mengumumkan pada konferensi pers pertamanya bahwa semua aset-aset asing yang diambil alih dari Cina oleh Jepang akan kembali ke pemiliknya yang sah. Termasuk empat besar Perusahaan dimiliki Inggris fasilitas gas dan air, dan milik Amerika telepon dan perusahaan Listrik.

Glasgow Herald
Rabu, Oktober 3, 1945
Kota Edisi 5