Wawancara Wartawan The Times dan The Glasgow Herald dengan Soekarno

Wartawan tersebut dipanggil pada hari Kamis oleh Dr Soekarno, Presiden, Republik Indonesia; Dr Mohamad Hatta, Wakil Presiden; dan Dr Subardjo, Menteri Luar Negeri, di kediaman Presiden. Ketika mobil melaju di di gerbang kediaman Presiden, penjaga berseragam hijau memberikan hormat semi Fasis dengan jari mereka yang menyebar.

Pada saat wawancara, Soekarno mengatakan dia ingin menghindari gangguan pada saat ini dan masa yang akan dating, dan dia ingin melihat masalah Indonesia diselesaikan dengan cara damai. Tidak bosan Soekarno memberikan perintah kepada seluruh rakyat dan tentara Indonesia untuk memelihara perdamaian dan ketentraman. Lanjutkan membaca “Wawancara Wartawan The Times dan The Glasgow Herald dengan Soekarno”

Belanda Kembali Bertempur Melawan Jepang

Kejadian yang akan terjadi besok pasti mengingatkan kita pada, peristiwa 68 tahun yang lalu. Tanggal 19 Juni 2010 Belanda akan kembali bertempur melawan Jepang. Kejadian itu sama seperti yang terjadi pada Tahun 1942, di mana Belanda harus berhadapan dengan Jepang, bertempur untuk mempertahankan negara jajahannya Hindia Belanda, saat ini Belanda pun harus berhadapan dengan Jepang, Lanjutkan membaca “Belanda Kembali Bertempur Melawan Jepang”

Soekarno Berkata Indonesia Siap Untuk Melawan Apapun

Dr, Soekarno, Presiden Republik Indonesia, dan juru bicara Pemerintah Indonesia di luar Batavia, menyiarkan dalam bahasa Melayu dan Inggris dari Yogyakarta di Jawa, mengatakan Bahwa Indonesia bertekat atau jika diperlukan berjuang untuk kemerdekaan tidak peduli kekuatan apapun yang akan menghadangnya.

Soekarno hanya meminta pengakuan kemerdekaan dari PBB secara penuh, dan mengatakan bahwa tidak ada lagi yang akan memuaskan 70.000.000 penduduk Indonesia, selain pengakuan kemerdekaan. Perundingan yang akan diselenggarakan di Batavia, akanlah sia-sia kecuali orang Belanda mengakui keberadaan Republik.

Dr Soekarno juga mengatakan: “Tujuh puluh juta rakyat Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat, akan bekerja sama dalam bidang ekonomi dan politik dengan demokratis. Setelah mereka memenangkan kebebasan mereka, dan akan mempertahankannya dengan segala cara”.

Dr Van Mook, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, menyatakan: “Pemerintahan Sjahrir di Indonesia, tidak memiliki kewenangan untuk memerintah. Oleh karena itu kelompoknya adalah bukan pemerintah yang sah”. Dr Van Mook menambahkan, hal ini dilakukan kemarin dalam sebuah siaran dari Belanda. Dia berkata: “Perbuatan yang dituntut sekarang merupakan solusi dan mungkin tidak terlalu lama lagi. Piagam Atlantik menyuarakan perasaan kebencian Sekutu terhadap hubungan kolonial dengan negara yang menjajahnya, dan serangan diarahkan pada kami di Australia, India, dan Amerika Serikat adalah manifestasi roh internasional yang tidak akan mentolerir penaklukan dengan kekuatan setiap orang. Kami telah mengikuti dan memahami perkembangan ini. Ketika hubungan dibangun antara Belanda dan Indonesia mereka akan mampu bekerja sama, mengakhiri kebingungan dan memulai rekonstruksi “.

Beberapa pengamat Indonesia tampaknya yakin bahwa akan ada kebuntuan politik lebih lanjut dalam diskusi sehubungan dengan masa depan bangsa Indonesia, dan bahwa kelak pasti akan menimbulkan aksi militer dari Inggris dan Belanda besar-besaran, yang menyebabkan keadaan perang di Jawa. Memang, belum ada pembicaraan tertentu yang akan diadakan, terutama jika Indonesia telah menuntut pengakuan Belanda atas Pemerintah Indonesia secara tegas pada awal-awal pembicaraan.

Di sisi lain, walaupun Indonesia dalam keadaan sulit ada perasaan optimisme untuk disejajarkan dengan perwira-perwira dan pejabat Inggris, walaupun beberapa dari mereka merasa terusik atas pernyataan Dr Van Mook di London, mungkin juga disalahpahami oleh orang Indonesia . Seorang pejabat terkemuka mengatakan: “Saya menolak untuk menjadi apa pun namun optimis. Saya percaya bahwa proposal Belanda cukup fleksibel untuk memungkinkan penerimaan oleh orang Indonesia – mereka bersua didak diperbolehkan mengagalkan perundingan”.

Perdana Menteri Indonesia, Sjahrir, telah mengungkapkan rencana untuk memulangkan tawanan Jepang dan interniran Belanda dari Jawa. Dia mengatakan Jepang telah memilih pelabuhan Cirebon, yang terletak di Jawa bagian utara, untuk mengumpulkan pasukan dan kemudian dipulangkan oleh Inggris. Semua interniran Belanda dan Eurasia akan meninggalkan Jawa dan terlebih dahulu dibawa ke Batavia. Unit Penjaga Perdamaian PBB akan mengawal pemulangan pasukan Jepang ke Cirebon dan menjaga interniran yang menuju Batavia menggunaka kereta api.

Seribu lima ratus inertness Belanda, terutama perempuan dan anak-anak, akan meninggalkan Batavia dalam beberapa hari berikutnya menuju ke Australia dan New Zealand, mayoritas akan diangkut dengan kapal dan sebagian lagi akan diangkut dengan pesawat. Seribu lima ratus orang sudah berangkat menuju negara-negara tersebut, dan 1500 lebih akan dikirim kemudian. Dari total 4.500 orang Australia bersedia menampung 3000. Para pejabat Belanda mengatakan, Australia telah bersedia untuk menerima dan menampung lebih banyak tawanan, tetapi telah mengantisipasi dan merencanakan untuk tidak ada lagi penambahan dalam jumlah besar.

The Age, Melbourne

Senin, 7 January 1946

WordPress

Inggris Menggunakan Pesawat Untuk Menghentikan Perang di Jawa dan Kronologis Kematian Mallaby

Pesawat Inggris berkumpul kemarin untuk mencegah perlawanan baru oleh warga negara Indonesia dalam memerangi kembalinya kekuasaan Belanda di Indonesia.

Gencatan senjata diberlakukan di kota Magelang Jawa Tengah dimana pesawat perang Inggris dibantu pasukan India Inggris mengambil kembali kendali atas kota. Pertempuran terus berlanjut, bagaimanapun, selama empat jam setelah gencatan senjata itu diatur antara Dr Achmed Soekarno, presiden republik Indonesia memproklamirkan diri, dan komandan Inggris, Brigjen. Richard Bethell.

Kantor berita Aneta melaporkan bahwa nara sumber dari republik di Batavia Rabu malam mengatakan pemerintah Belanda mengeluarkan kebijakan dalam menangani permasalahan tentang Indonesia akan diselesaikan oleh Gubernur Hubertus J. van Mook sebagai perwakilan pemerintah belanda di Hindia Belanda. Pemerintah Belanda di Den Haag menyatakan bahwa Van Mook telah bertindak melawan instruksi dalam pertemuan dengan Soekarno.

Situasi di Surabaya, tempat pertempuran besar terjadi dan di mana Brigjen. Inggris Aubertin WS Malaby dibunuh oleh orang Indonesia Selasa malam.

Para juru bicara memberikan rincian awal mengenai kematian Mallaby. Dia mengatakan Mallaby meninggalkan markasnya didampingi oleh dua perwira staf dengan sebuah mobil sambil mengibarkan bendera putih untuk mencoba untuk menghentikan pertempuran antara pasukan Inggris dan Indonesia di alun-alun bank Internasional.

Setelah itu, Mallaby berusaha untuk menyeberangi jembatan. Kemudia tanpa disengaja dia berhadapan dengan massa yang lain. Dua laki-laki muncul dan berteriak: “Buatlah kami meletakkan senjata kami. Buatlah kami menyerah.”

Kata juru bicara, Mallaby dan dua perwira ditangani dengan kasar. revolver Mallaby disambar dari tangannya. Massa menolak untuk mengizinkan dia untuk mendekati pasukan Inggris untuk memberikan perintah. Seorang kapten yang menemani Mallaby berusaha menarik dan menjahui dari kerumunan serta berusaha kembali ke pasukan Inggris. Mengetahu hal tersebut pasukan Inggris mulai menembak dan berusaha memubarkan kerumunan massa.

Selama pertempuran itu, dua orang Indonesia mendekati mobil dan memanggil nama Mallaby. Dia bersandar dari jendela dan ditembak. Kapten RC Smith dan Shaw Laughlan, keduanya terluka sedikit tapi berhasil meloloskan diri dari lemparan granat tangan dan terjun ke dalam sungai. Keduanya sekarang naik kapal perang Inggris di pelabuhan Surabaya.

ST. Petersburg Times

November 1945

Ditulis dengan blog WordPress.

Pengkhianatan Terhadap UUD 45 Pertama Kali

Inilah suatu pengingkaran terhadap konstitusi Indonesia yang diatur dengan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45), pengingkaran tersebut dengan diangkatnya Jabatan Perdana Menteri di Indonesia, hal tersebut tidak lah sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh UUD 45, dimana kepala negara dan kepala pemerintahan di jabat rangkap oleh presiden.

Jabatan Perdana Menteri pada saat itu di emban oleh Sutan Sjahrir sebagaimana dilansir oleh Surat kabar Australia, sebagai berikut:

Kutip

Perdana Menteri Baru di Indonesia

Menghapuskan Kolaborasi

Diberitakan oleh perwakilan khusus A. A. P.

Batavia, Nov 13. – Sutan Sjahrir, 36, digambarkan sebagai seorang moderat yang menginginkan kerjasama dengan Inggris, hari ini ditunjuk sebagai Perdana Menteri Pemerintah Republik Indonesia.”

Sistem Ketatanegaraan yang dianut oleh UUD 45 adalah system Presidential hampir sama seperti yang dianut oleh Amerika Serikat, akan tetapi dengan pengangkatan Perdana Menteri maka model ketatanegaraan berubah total menyerupai Perancis, serti dikutip pada artikel yang sama.

“Dia akan membuat perubahan besar dalam konstitusi dari “Republik”, di mana kekuasaan eksekutif akan diberikan dalam Kabinet yang bertanggung jawab kepada rakyat, bukan kepada Presiden. Dr Soekarno dengan demikian akan benar-benar kehilangan kekuatan diktator dan menjadi presiden pada model Perancis, bukan Amerika, di mana konstitusi itu sekarang seolah-olah menganut model tersebut.”

Pengingkaran terhadap UUD 45 ini dimaksudkan untuk menghilangkan anggapan bahwa Indonesia merupakan Negara boneka buatan Jepang, sebagaimana digembor-gemborkan oleh Belanda, itulah yang dikatakan oleh Sjahrir setelah dirinya diangkat menjadi Perdana Menteri Indonesia, berikut kutipannya

“Sjahrir mengatakan pada hari ini (pada saat pengangkatan Sjahrir menjadi Perdana Menteri), bahwa Indonesia harus membebaskan dirinya dari “noda moral kolaborasi dengan Jepang”.”

Tulisan ini bersumber dari

The Sydney Morning Herald

Wednesday, November 14, 1945

Ditulis dengan blog WordPress.

Inilah Peran Jepang Dalam Pertempuran Sengit di Surabaya

Sebenarnya apakah mungkin Indonesia menang dalam pertempuran sengit dan hebat di Surabaya tanggal 10 November 1945, bila dinalar memang sangat tidak mungkin, akan tetapi walaupun Jepang menjajah Indonesia selama 3,5 tahun, Jepang memberikan kotribusi yang sangat baik untuk angkatan perang Indonesia pada awal kemerdekaan. Berikut bukti peran jepang terhadap kemerdekaan dan kemenangan di pertempuran 10 November 1945.

Bantuan Jepang kepada Indonesia

bukti kuat adanya kerjasama

Batavia, Kamis, Siaran khusus melalui radio Surabaya selama dua malam telah menganjurkan dengan kata-kata yang jelas bahwa tidak hanya ada Jepang di Surabaya akan tetapi ada beberapa dari mereka yang aktif membantu Indonesia.

Indonesia menggunakan taktik khas Jepang, hal tersebut tidaklah mengejutkan, karena mereka telah dilatih oleh Jepang, tapi lebih dari itu, mereka menembak dengan cara yang baik, seperti saat ujian berperang.

Hal tersebut merupakan bukti yang kuat, harus diakui, walaupun masih kurang, tetapi tetap merupakan bukti yang kuat. Pernyataan tersebut tentus aja harus di keluarkan secara hati-hati karena banyak pengamat yang akan mengatakan bahwa Indonesia sebagai Negara yang kecil dan mamapu bertindak tanpa bantuan dari Negara lain.

Berharap untuk “datang-kembali”.

Bahwa Jepang memang memiliki organisasi rahasia tertentu yang ditugaskan untuk menghadapai Sekutu. Pemimpin militer berpikir untuk kembali, dan tidak ada yang sesuai dengan tujuan pasca-perang lebih baik mengumpulkan Negara-negara yang bergolak di Asia Tenggara terhadap sentimen Barat dan membutuhkan teknisi kemungkinan atas bantuan dari Jepang.

Jepang minim kemampuan sebagai diplomat, Jepang telah menunjukkan diri mereka di Cina dan tempat lain, bahwa Jepang memiliki bakat alami sebagai agen provokator. Dalam pidato perpisahan yang ditujukan kepada perwira yang mendukung Jepang dan Korps Sukarelawan Pertahanan Indonesia yang dilatih oleh Jepang pada 17 Agustus, Jenderal Nagano menjelaskan bahwa ia mengharapkan mereka untuk melanjutkan perjuangan kemerdekaan dengan kekuatan.

Tidak ada yang mengetahui dengan persis dari mana garnisun Jepang Surabaya berasal, yang berjumlah lebih dari 20.000 orang. Markas Besar Angkatan Darat Jepang ke-16 di Bandung menyatakan bahwa mereka telah kehilangan kontak dengan mereka selama beberapa minggu. Harus segera mungkin untuk membuat jelas sampai sejauh mana perlawanan Indonesia ini disebabkan oleh semangat nasionalis dan sejauh mana itu karena manipulasi dan bantuan langsung Jepang.

Pembersihan di Surabaya terus dilakukan secara. Meskipun perlawanan Indonesia dilaporkan menjadi memakin keras. korban kami sangat ringan.

Konferensi Dibatalkan

Reuter menambahkan bahwa pertemuan antara Dr Van Mook, Letnan-Gubernur Hindia Belanda dan pemimpin Republik Indonesia di kediaman Jenderal Chirstison, Panglima Tertinggi Sekutu, kemarin malam dibatalkan pada saat terakhir kantor berita Belanda melaporkan.

Mr Sutan Sharir, Perdana Menteri Indonesia yang baru, berkata “Saya mengerti Inggris membatalkan pertemuan.”

Pihak berwenang Belanda menyatakan mereka “tidak berwenang untuk mengungkapkan alasan mengapa pertemuan itu dibatalkan,” kata lembaga itu. HQ Inggris mengumumkan “Pernyataan lengkap akan dibuat besok.”

The Glasgow Herald

Jumat, November 16, 1946

Setalah Pertempuran Surabaya dilanjutkan dengan Pertempuran Ambarawa atau Palagan Ambarawa

Surabaya Membuat Serangan

Oleh Ralph Morton

Batavia, Jawa, Nov 27, Indonesia di Surabaya meluncurkan serangan balasan terhadap pasukan Inggris di kota usang hari ini, dan laporan seorang pejabat Inggris mengatakan serangan baru di Ambarawa dan Bandung.

Pesisir Semarang tetap kesulitan tempat. Kantor berita Belanda, Aneta mengatakan Inggris mengkupas hancur di kota daerah tempat kantong perlawanan Indonesia memegang keluar. Pelaut Inggris dipasang menjaga di bagian kota yang aman.

Di Batavia, pemimpin Belanda terkemuka dan pekerja Palang Merah mengajukan petisi kepada pemerintah Hindia Belanda bahwa 200.000 wanita, anak-anak dan orang lanjut usia dan sakit dievakuasi dari Jawa tertunda “yang kembali waktu normal “.

Permohonan mengklaim bahwa orang yang sama yang telah menderita di bawah Jepang kini sedang diserang oleh Indonesia dan menyatakan “orang-orang yang telah menderita begitu banyak yang sudah tidak tahan lagi tegang”.

Balasan yang Indonesia di Surabaya dilakukan oleh suatu kekuatan dari 50 orang Indonesia dengan bantuan kecil tank Jepang. India Inggris patroli daerah dekat rumah sakit terpaksa mundur.

Orang Indonesia juga menyerang interniran yang dibebaskan dari kamp dan polisi di Ambarawa, 30 kilometer selatan Semarang, dan memaksa pasukan Jepang yang menjaga kamp dan 10.000 tahanan sipil untuk pensiun dalam daerah kamp untuk malam.

Inggris kemarin mengirim tiga pembom RAF nyamuk ke dalam pertempuran untuk Ambarawa dan pesawat, dengan menggunakan senapan mesin dan kanon, memberondong konsentrasi pasukan dan menyerang penghalang jalan, gudang dan transportasi kolom.

Di Bandung sebuah perusahaan Inggris yang kembali dari kawasan lapangan udara itu terlambat dan diyakini telah diselenggarakan oleh penghalang jalan.

Prescott Evening Courier

Prescott, Arizona, Tuesday, November 27, 1945

Page one

Pertempuran di Surabaya dan Kematian Brigadir Mallaby

JAWA: jalannya Kekaisaran

Senin, November 12, 1945

Berkobar pertempuran baru di Hindia Belanda minggu lalu. Gerakan nasionalis tampaknya keluar dari kontrol para pemimpinnya. Di Surabaya 1.600 pasukan Inggris, diserang oleh pasukan Jawa dalam jumlah yang banyak, dipersenjatai dengan peralatan Jepang yang baik, termasuk tank, sudah sekitar 100 korban. Presiden Soekarno  “Republik Indonesia” terbang dari Batavia untuk memberikan perintah gencatan senjata. Hari berikutnya Komandan Inggris, Brigadir Aubertin WS Mallaby terbunuh oleh masa yang sedang marah di Surabaya.

Pengintai Inggris menunjukkan bahwa sampai 100.000 pasukan Indonesia, yang termasuk perlengkapan Jepang sebanyak 62 pesawat, ada massa di Jawa Tengah. Inggris sendiri mulai pendaratan divisi kedua, bergegas dengan lebih banyak kapal perang dan pesawat. Sebagian besar pasukan Inggris tentara India yang memiliki sedikit menyukai untuk pekerjaan.

Soekarno tidak mampu menyerukan kepada para pengikutnya untuk menghentikan pertempuran. Hubertus van Mook Berkacamata, pejabat Gubernur berpengalaman, telah diingatkan kembali oleh Pemerintah untuk bersedia berunding dengan Soekarno. Belanda tidak ingin kehilangan bagian terkaya dari kerajaan mereka, jangan lupa bahwa Soekarno adalah kepala boneka Jepang di Jawa, dan masih benci untuk mengakui bahwa Indonesia dapat memiliki politik matang selama pendudukan Jepang. Mereka mengatakan kepada Van Mook bahwa ia mungkin berhadapan dengan pemimpin asli lain, tetapi tidak pernah dengan Soekarno.

Nasionalis. Peristiwa tersebut telah membawa Soekarno yang langsing dan pandai bicara di sebuah rumah mewah di Batavia bagian Eropa. Di sana ia dengan senang hati dan nyaman berpose bersama istri kedua merupakan perempuan Jawa yang cantik dan anak lelakinya yang berusia sepuluh bulan. Dia menjawab dengan tegas pertanyaan tentang siaran anti-Sekutu masa perang dan perjalanan ke Jepang dengan mengklaim bahwa ia hanya bekerja sama untuk mendapatkan konsesi bagi Negara dan Rakyatnya. Jika pewawancara terus menanyainya tentang kolaborasi, biasanya ada sebuah jeda sementara gadis  Indonesia rupawan melayani kue dan air jahe panas.

Jika disejajarkan Soekarno adalah Kerensky dari revolusi Indonesia, Wakil  Presidennya, Mohammad Hatta, berusia 43, mungkin Lenin. Tajam, cerdas, berpendidikan Eropa, Hatta membentuk kelompok nasionalis pertama di usia 15, seperti Soekarno diasingkan oleh Belanda.

Kedua ternyata tidak sepenuhnya percaya satu sama lain, biasanya diwawancarai bersama sehingga masing-masing dapat memeriksa apa kata yang lain. Hatta merancang gerakan konstitusi, yang dipenuhi dengan klausul melarikan diri (Presiden memiliki kekuasaan diktator “di masa kritis;” kebebasan berbicara dan berkumpul tidak dijamin, tapi “harus disediakan”).

Tokoh Gerakan penting yang ketiga dan negarawan tua adalah Palim, 61 tahun, salah satu dari para pendirinya. Dia bekerja di layanan kolonial Belanda selama bertahun-tahun, memimpin gerakan menyamar untuk kemerdekaan sampai tahun 1938, sekarang berkonsultasi dengan para pemimpin muda pada semua masalah utama. Palim memperingatkan: “Kami sudah 350 tahun menerima janji-janji dari Belanda: Kami tidak ingin apa-apa lagi dari mereka. Jika anda ingin memulai Pertempuran besar lagi, kirim kembali Belanda ke Indonesia.” Ketika ditanya apakah ia akan memilih pemerintahan kolonial Inggris kepada pemerintahan Belanda, ia menjawab: “Apakah kau lebih suka digigit oleh kucing dari anjing?”

http://www.time.com

Perang Gerilya Dimulai Untuk Melawan Belanda dan Bali pun Mulai Bergerak

Indonesia Menyatakan Perang

Racun Menjadi Senjata Nasionalis Untuk Melawan Belanda dan Eurasia

Batavia, Jawa – Indonesia rakyat tentara, cabang militer rezim nasionalis yang dipimpin oleh Dr IR Soekarno, Sabtu mengeluarkan proklamasi menyatakan perang terhadap semua Belanda, Indo, dan Ambon, kata Aneta kantor berita Belanda.

yang suka berperang Ambon, penduduk pulau Ambon (Amboina), telah dilengkapi banyak pasukan untuk tentara Hindia Belanda.

(Kabar dari United Press  mengutip surat kabar nasionalis Batavia Merkeda yang mengatakan kota Mageland, di Jawa Timur, benar-benar di tangan nasionalis Indonesia.)

Aneta mengutip proklamasi seperti menetapkan bahwa permusuhan akan dimulai saat matahari terbenam. Menambahkan perintah:

“Senjata perang adalah segala jenis senjata api, juga racun, panah beracun, dan panah, semua metode pembakaran dan segala jenis binatang liar, seperti ular misalnya.

“Perang gerilya akan ditingkatkan oleh perang ekonomi. Tidak ada makanan dapat dijual kepada musuh. Pasar akan dijaga ketat, dan musuh-musuh kita akan dihukum berat”.

Pada hari Sabtu Polisi militer Jepang menempatkan senapan mesin dan tank di Batavia dan mendirikan barikade dan penghalang jalan setelah serangan sporadis tapi liar oleh pribumi. Indonesia dilaporkan akan mengambil alih kendali kota di Jawa tengah dan barat.

Gerakan nasionalis juga dilaporkan memperoleh kekuatan di Bali, pulau kecil milik Belanda di timur Jawa.

Mayor Jenderal Sir Philip Christison, Panglima Sekutu, mengirim ultimatum kepada Jepang untuk menggunakan kekuatan yang dominan untuk menyingkirkan pemberontakan, tapi jelas bahwa hanya di Batavia Sekutu dan Jepang mempunyai cukup kekuatan untuk menjaga situasi.

The Milwaukee Journal

Minggu, Oktober 14, 1945

Home Edition

Soekarno Menawarkan Belanda Untuk Berinvestasi Ke Indonesia

Pasukan India Menduduki Laut Jawa
Indonesia mengungkapkan dasar untuk pembicaraan.
oleh Indonesia

Batavia, Jawa, Oct 25 – (AP) – Amir Syarifuddin, menteri informasi dalam pemerintahan Soekarno, formula diumumkan malam ini di mana Indonesia akan membuka perundingan informal dengan Belanda dalam upaya untuk membawa penyelesaian damai di Hindia Belanda.

Menteri informasi menyatakan perundingan akan diselenggarakan di hadapan pihak ketiga mungkin wakil dari Amerika Serikat, dan bahwa “hak penentuan nasib sendiri dari bangsa Indonesia diakui.”

Syarifuddin adalah salah satu moderat yang menonjol dalam gerakan Nasionalis asli.

Brigade India Inggris  ke 49 menduduki Surabaya, pangkalan angkatan laut Jawa, tanpa oposisi hari ini.

Situasi Cerah

Situasi politik cukup cerah sebagai HJ van Mook, pejabat Gubernur, mengundang Soekarno kabinet untuk bertemu dengan dia.

(Aneta, kantor berita Belanda, dilaporkan dalam pengiriman dari Amsterdam bahwa 11 surat kabar telah membahas banding Amerika kepada pemerintah untuk menghapus ketegangan antara Belanda dan Indonesia melalui cara demokratis dan tanpa menggunakan kekerasan.)

Aneta melaporkan “Kekacauan dan kuburan” situasi di Surabaya, pangkalan angkatan laut Jawa, Namun, di mana pasukan Sekutu mendarat hari ini. Unit Sekutu terlibat dalam pemulihan tawanan perang Sekutu dan interniran yang dikatakan telah dilemparkan ke penjara oleh Nasionalis ekstremis.

“Tujuh belas orang Eropa dan Eurasia telah meninggal sebagai akibat dari pemukulan yang mereka terima di penjara,” kata Aneta. Ada perkelahian jalanan setiap hari.

Banding AS

Presiden Soekarno dari “Republik Indonesia” naik banding ke Amerika Serikat dalam siaran semalam untuk bertindak sebagai mediator dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Soekarno berbicara di Malabar stasiun penyiaran atas kontrol Inggris  di Bandung. Ia menggunakan stasiun tidak segera menjelaskan. Ketika pertama pasukan Inggris mengambil alih Bandoeng Namun, mereka menghentikan Nasionalis dari menggunakan stasiun dan beberapa pengamat menafsirkan pencabutan larangan sebagai indikasi perubahan penting dalam kebijakan Inggris.

Soekarno mengatakan kemarin “tidak ada kekuatan di bumi” yang bisa menghentikan gerakan kemerdekaan Indonesia, namun menambahkan.

“kita tidak ‘mau membuang Belanda ke laut. Mereka dapat mempertahankan kepemilikan keuangan mereka di sini. hal ini dapat diatur oleh sebuah perjanjian dengan Belanda.

Otawa Citizen

The Evening Citizen

Rabu, Oktober 25, 1945