Tugas-tugas Militer Inggris dalam Perang Dunia Kedua di Indonesia

Menteri Luar Negeri Ernest Bevin menanggapi kritikan atas peran Inggris di Indonesia kepada parlemen. “Bahwa tugas ini telah dialokasikan untuk Inggris Raya untuk dan atas nama Sekutu, dalam tugas itu Kami bertugas untuk menyelesaikan perang dengan Jepang, dan dalam melakukan tugas ini Laksamana Mountbatten telah melakukannya dengan baik sesuai dengan yang diatur dalam Perjanjian Penyerahan (Surrender Agreement) yang ditandatangani oleh Jenderal MacArthur selaku komandan tertinggi Pasukan Sekutu.

Mr Bevin menguraikan tugas-tugas militer Inggris di Indonesia, sebagai berikut: (1) melucuti dan menghimpun pasukan Jepang; (2) menyelamatkan dan membawa pulang tawanan perang; (3) melepaskan tawanan. Pasukan Inggris sangat-sangat dikejutkan oleh perlawanan dari pribumi yang dipersenjatai oleh Jepang dengan senjata api, mortir, kendaraan lapis baja, dan bahkan tank kecil.

Singkat kata, Menteri Luar Negeri menyampaikan kepada parlemen bahwa Inggris tidak ingin campur tangan terhadap urusan dalam negeri Jawa dan akan meninggalkan Jawa segera setelah ketertiban dipulihkan.

Bahwa yang perlu diingat Parlemen adalah “bahwa kita tidak mungkin dan tidak akan mungkin meninggalkan tugas-tugas yang telah diberikan kepada kita oleh Jenderal Mac Arthur.

Kami punya hak mengetahui apakah Inggris sedang menjalankan kebijakan untuk melakukan imperialistik di Jawa demi untuk tujuan sendiri, atau kah berusaha melakukan apa yang dilakukan oleh pasukan Amerika di Cina Utara, yaitu ketika mereka melucuti pasukan Jepang yang akhirnya menyulut konflik dalam negeri antara Cina Komunis dan Nasionalis.

Kami telah memiliki catatan mengenai penyimpangan yang terjadi di Indonesia, misalnya laporan yang berlawanan, bahwa tidak ada tentara Jepang yang terlibat dalam penyerangan. Beberapa pasukan yang sedang bertugas diserang oleh Indonesia dan mereka melakukan pertahanan diri. Banyak tentara Jepang yang tidak dilucuti kemudian membantu atau berpihak kepada kelompok perlawanan Indonesia kata Mountbatten.

Rabu, 5 Desember 1945

The Milwaukee Journal

halaman 18

tulisan ini di tulis pada WordPress

Iklan

Perang Gerilya Dimulai Untuk Melawan Belanda dan Bali pun Mulai Bergerak

Indonesia Menyatakan Perang

Racun Menjadi Senjata Nasionalis Untuk Melawan Belanda dan Eurasia

Batavia, Jawa – Indonesia rakyat tentara, cabang militer rezim nasionalis yang dipimpin oleh Dr IR Soekarno, Sabtu mengeluarkan proklamasi menyatakan perang terhadap semua Belanda, Indo, dan Ambon, kata Aneta kantor berita Belanda.

yang suka berperang Ambon, penduduk pulau Ambon (Amboina), telah dilengkapi banyak pasukan untuk tentara Hindia Belanda.

(Kabar dari United Press  mengutip surat kabar nasionalis Batavia Merkeda yang mengatakan kota Mageland, di Jawa Timur, benar-benar di tangan nasionalis Indonesia.)

Aneta mengutip proklamasi seperti menetapkan bahwa permusuhan akan dimulai saat matahari terbenam. Menambahkan perintah:

“Senjata perang adalah segala jenis senjata api, juga racun, panah beracun, dan panah, semua metode pembakaran dan segala jenis binatang liar, seperti ular misalnya.

“Perang gerilya akan ditingkatkan oleh perang ekonomi. Tidak ada makanan dapat dijual kepada musuh. Pasar akan dijaga ketat, dan musuh-musuh kita akan dihukum berat”.

Pada hari Sabtu Polisi militer Jepang menempatkan senapan mesin dan tank di Batavia dan mendirikan barikade dan penghalang jalan setelah serangan sporadis tapi liar oleh pribumi. Indonesia dilaporkan akan mengambil alih kendali kota di Jawa tengah dan barat.

Gerakan nasionalis juga dilaporkan memperoleh kekuatan di Bali, pulau kecil milik Belanda di timur Jawa.

Mayor Jenderal Sir Philip Christison, Panglima Sekutu, mengirim ultimatum kepada Jepang untuk menggunakan kekuatan yang dominan untuk menyingkirkan pemberontakan, tapi jelas bahwa hanya di Batavia Sekutu dan Jepang mempunyai cukup kekuatan untuk menjaga situasi.

The Milwaukee Journal

Minggu, Oktober 14, 1945

Home Edition