Sudah lama

Sudah satu tahun nih sejak posting terakhir di sini karena kesibukan jadi sekarang agak jarang update situs ini, semoga saja keriduan posting lagi tetap berlanjut. Lanjutkan membaca “Sudah lama”

Iklan

Aksi Van Loons Dalam “Apakah Ayah Pernah Menonton Pertandingan?” Cartoon Lawas Terbit 22 April 1915

Cartoon ini pernah terbit pada tanggal 22 April 1915 di The Day, cartoon lawas ini menceritakan tokoh yang bernama Van Loons yang sedang menonton pertandingan bola, dan sangat senang datang lebih awal, karena ia mendapatkan tempat duduk di baris terdepan dan di lorong utama, ini adalah pertama kalinya ia memonton pertandingan bola di stadion. Apa yang terjadi, banyak orang yang lalu-lalang, dari orang yang terlambat datang, sampai ke pedagang yang menjajakan makanan dan minuman. Lanjutkan membaca “Aksi Van Loons Dalam “Apakah Ayah Pernah Menonton Pertandingan?” Cartoon Lawas Terbit 22 April 1915″

Danny Berusaha Merahasiakannya-Cartoon Lama Terbit 24 Maret 1919

Ini dia satu lagi cartoon lama yang terbit di tanggal 24 Maret 1919 pada The Independent, ST. Petersburg, Florida. merupakan karya dari Allman, belum diketahui apakah ini nama samaran atau sebenarnya.
cartoonnya ada dibawah ini silahkan dinikmati ya. Lanjutkan membaca “Danny Berusaha Merahasiakannya-Cartoon Lama Terbit 24 Maret 1919”

Wawancara Wartawan The Times dan The Glasgow Herald dengan Soekarno

Wartawan tersebut dipanggil pada hari Kamis oleh Dr Soekarno, Presiden, Republik Indonesia; Dr Mohamad Hatta, Wakil Presiden; dan Dr Subardjo, Menteri Luar Negeri, di kediaman Presiden. Ketika mobil melaju di di gerbang kediaman Presiden, penjaga berseragam hijau memberikan hormat semi Fasis dengan jari mereka yang menyebar.

Pada saat wawancara, Soekarno mengatakan dia ingin menghindari gangguan pada saat ini dan masa yang akan dating, dan dia ingin melihat masalah Indonesia diselesaikan dengan cara damai. Tidak bosan Soekarno memberikan perintah kepada seluruh rakyat dan tentara Indonesia untuk memelihara perdamaian dan ketentraman. Lanjutkan membaca “Wawancara Wartawan The Times dan The Glasgow Herald dengan Soekarno”

Ikan Dalam Air Milik Bambang Hidayat

Setelah menulis Masa Kelam Selama Penjajahan Jepang, saya mendapatkan email dari seorang yang awalnya saya tidak mengenalnya, tapi ternyata sering saya kirimi email tulisan-stulisan sejarah, ya beliau Bambang Hidayat, emailnya menanyakan kenapa tanggapannya direject oleh multiply. Setelah saya mencari nama Bambang Hidayat yang tinggal di Bandung melaui mbah google, wah saya jadi terkaget-kaget beliau Guru Besar dari ITB dalam bidang astronomi, wih jadi merasa tersanjung. Lanjutkan membaca “Ikan Dalam Air Milik Bambang Hidayat”

Pesan Dr. R. Soetomo dan Orang Indonesia Yang Memihak Jepang

Pada awal penjajahan Jepang di Tahun 1943, Jepang berusaha memberitahukan kepada dunia kalau orang-orang Indonesia, Cina, dan orang dari bangsa lain di Hindia Belanda sangat bahagia menerima kehadiran Jepang.

Akan hal tersebut Dr. R Soetomo berpesan sebelum beliau berpulang pada Tahun 1938, begini bunyi pesannya: “Waspadalah terhadap Jepang,” kemudian ia menambahkan. “Berjuanglah untuk suatu kehidupan yang lebih baik (maksudnya adalah merdeka), Berjuanglah untuk menegakkan hak-hak Kita (bangsa Indonesia), dan berjuanglah standar hidup yang lebih tinggi (maksudnya adalah Kemakmuran). Tapi jangan ini dalam kerangka Kerajaan Belanda (maksudnya adalah hal ini harus dilakukan dalam kerangka Indonesia yang bebas dan Merdeka menjadi suatu bangsa yang berdaulat).” Begitulah pesan Soetomo yang meminta bangsa Indonesia merdeka agar memiliki kehidupan lebih baik, haknya tidak dilanggar, serta mencapai kemakmuran. Apakah hari ini sudah tercapai? Jawabannya ada di diri kita masing-masing.

Selain itu pada masa penjajahan Jepang banyak juga yang menjadi kaki tangan untuk keuntungan sendiri, Mr. Nadjarnoiddin seorang walikota di Makasar dan pernah menjabat sebagai Pejabat Bea Cukai di Surabaya, dia dipenjara karena melakukan penggelapan dan pemalsuan pada saat pemerintahan Belanda, sedangkan pada saat penjajahan Jepang, dia diangkat sebagai Walikota Makasar.

Kemudian yang lain adalah Rajah Coroh dari Timor, dia pernah digulingkan oleh Belanda karena berkuasa secara lalim dan kejam terhadap rakyatnya, yang kemudian di gantikan oleh adiknya yang selalu berbuat dan memikirkan kesejarteraan rakyat Timor. Pada saat penjajahan Jepang Rajah Coroh diangkat kembali menjadi Raja Timor.

Tokoh-tokoh Mr. Nadjarnoiddin dan Rajah Coroh belum tentu seperti apa yang dideskripsikan karena informasi ini berasal dari Koran Australia, namanya The Sidney Morning Herald, terbit pada tanggal 16 Oktober 1943.

Soekarno Jadi Ketua Poetera Pada Jaman Penjajahan Jepang

Di Hindia Belanda Jepang sulit memasukkan pengaruhnya, dan kesulitan untuk menemukan orang Indonesia terkemuka dan yang mau bekerja sama dengan mereka. Mereka akhirnya menentukan pilihannya pada Ir. Soekarno, seorang Nasionalis Jawa dengan semangat berapi-api, yang pernah diasingkan ke Sumatera oleh Belanda karena kegiatan-kegiatan revolusioner. Jepang mengangkat Soekarno sebagai ketua dari Poetera (Putera), atau disebut Pusat Tenaga Rakyat, tapi tampaknya Soekarno tidak terlalu diandalkan. Dia sudah tidak terdengar berpidato di radio untuk waktu yang lama, dan pernah ditangkap setidaknya sekali oleh penjajah Jepang.

The Sidney Morning Herald
Jum’at, 11 Agustus 1944

WordPress

Dalam rangka Bulan Bung Karno yang jatuh pada Bulan Juni.

Soekarno Berkata Indonesia Siap Untuk Melawan Apapun

Dr, Soekarno, Presiden Republik Indonesia, dan juru bicara Pemerintah Indonesia di luar Batavia, menyiarkan dalam bahasa Melayu dan Inggris dari Yogyakarta di Jawa, mengatakan Bahwa Indonesia bertekat atau jika diperlukan berjuang untuk kemerdekaan tidak peduli kekuatan apapun yang akan menghadangnya.

Soekarno hanya meminta pengakuan kemerdekaan dari PBB secara penuh, dan mengatakan bahwa tidak ada lagi yang akan memuaskan 70.000.000 penduduk Indonesia, selain pengakuan kemerdekaan. Perundingan yang akan diselenggarakan di Batavia, akanlah sia-sia kecuali orang Belanda mengakui keberadaan Republik.

Dr Soekarno juga mengatakan: “Tujuh puluh juta rakyat Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat, akan bekerja sama dalam bidang ekonomi dan politik dengan demokratis. Setelah mereka memenangkan kebebasan mereka, dan akan mempertahankannya dengan segala cara”.

Dr Van Mook, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, menyatakan: “Pemerintahan Sjahrir di Indonesia, tidak memiliki kewenangan untuk memerintah. Oleh karena itu kelompoknya adalah bukan pemerintah yang sah”. Dr Van Mook menambahkan, hal ini dilakukan kemarin dalam sebuah siaran dari Belanda. Dia berkata: “Perbuatan yang dituntut sekarang merupakan solusi dan mungkin tidak terlalu lama lagi. Piagam Atlantik menyuarakan perasaan kebencian Sekutu terhadap hubungan kolonial dengan negara yang menjajahnya, dan serangan diarahkan pada kami di Australia, India, dan Amerika Serikat adalah manifestasi roh internasional yang tidak akan mentolerir penaklukan dengan kekuatan setiap orang. Kami telah mengikuti dan memahami perkembangan ini. Ketika hubungan dibangun antara Belanda dan Indonesia mereka akan mampu bekerja sama, mengakhiri kebingungan dan memulai rekonstruksi “.

Beberapa pengamat Indonesia tampaknya yakin bahwa akan ada kebuntuan politik lebih lanjut dalam diskusi sehubungan dengan masa depan bangsa Indonesia, dan bahwa kelak pasti akan menimbulkan aksi militer dari Inggris dan Belanda besar-besaran, yang menyebabkan keadaan perang di Jawa. Memang, belum ada pembicaraan tertentu yang akan diadakan, terutama jika Indonesia telah menuntut pengakuan Belanda atas Pemerintah Indonesia secara tegas pada awal-awal pembicaraan.

Di sisi lain, walaupun Indonesia dalam keadaan sulit ada perasaan optimisme untuk disejajarkan dengan perwira-perwira dan pejabat Inggris, walaupun beberapa dari mereka merasa terusik atas pernyataan Dr Van Mook di London, mungkin juga disalahpahami oleh orang Indonesia . Seorang pejabat terkemuka mengatakan: “Saya menolak untuk menjadi apa pun namun optimis. Saya percaya bahwa proposal Belanda cukup fleksibel untuk memungkinkan penerimaan oleh orang Indonesia – mereka bersua didak diperbolehkan mengagalkan perundingan”.

Perdana Menteri Indonesia, Sjahrir, telah mengungkapkan rencana untuk memulangkan tawanan Jepang dan interniran Belanda dari Jawa. Dia mengatakan Jepang telah memilih pelabuhan Cirebon, yang terletak di Jawa bagian utara, untuk mengumpulkan pasukan dan kemudian dipulangkan oleh Inggris. Semua interniran Belanda dan Eurasia akan meninggalkan Jawa dan terlebih dahulu dibawa ke Batavia. Unit Penjaga Perdamaian PBB akan mengawal pemulangan pasukan Jepang ke Cirebon dan menjaga interniran yang menuju Batavia menggunaka kereta api.

Seribu lima ratus inertness Belanda, terutama perempuan dan anak-anak, akan meninggalkan Batavia dalam beberapa hari berikutnya menuju ke Australia dan New Zealand, mayoritas akan diangkut dengan kapal dan sebagian lagi akan diangkut dengan pesawat. Seribu lima ratus orang sudah berangkat menuju negara-negara tersebut, dan 1500 lebih akan dikirim kemudian. Dari total 4.500 orang Australia bersedia menampung 3000. Para pejabat Belanda mengatakan, Australia telah bersedia untuk menerima dan menampung lebih banyak tawanan, tetapi telah mengantisipasi dan merencanakan untuk tidak ada lagi penambahan dalam jumlah besar.

The Age, Melbourne

Senin, 7 January 1946

WordPress

Kita Semua Pasti Pernah Melakukan Kesalahan

cartoon 1
cartoon 1

Gambar 1

“Dari belakang kayaknya dia terlihat, seperti impian! Dari depan! Kita lihat dulu!”

Gambar 2

“Eh dia ketemuan dengan temannya, ini memperumit masalah!.”

Gambar 3

“Istri saya! Eh-Sedang Apa”

“Ada apa Jack! Apa kamu suka gaun dan topi baru saya?”

Gambar 4

“Saya rasa Jack ingin mengajak kita untuk makan siang kan Sayang?”

“Saya berharap ada banyak laki-laki di dunia ini seperti suami Anda, Bu Jack”

oleh Swinnerton

The Pittsburgh Gazette Times

Sabtu, 23 Maret 1912

ditulis di WordPress

Wajah Sedih Hitler Tertangkap Kamera

Hitler
Hitler

Survei di salah satu kota yang di bom di Jerman oleh pemimpin Jerman– Seraut wajah sedih Hitler tertangkap kamera, dengan menggengam topi di tangan, Hitler melakukan survei untuk melihat kerusakan akibat perang di sebuah kota Jerman. Foto ini diambil dari sebuah film Jerman yang menggambarkan sekitar kota yang hancur, dalam survei tersebut Hitler dikelilingi oleh sekelompok pemimpin Nazi tidak teridentifikasi. – Nea telephoto.

Sarasota Herald Tribune

9 Januari 1945

ditulis dengan WordPress