Inggris Menggunakan Pesawat Untuk Menghentikan Perang di Jawa dan Kronologis Kematian Mallaby

Pesawat Inggris berkumpul kemarin untuk mencegah perlawanan baru oleh warga negara Indonesia dalam memerangi kembalinya kekuasaan Belanda di Indonesia.

Gencatan senjata diberlakukan di kota Magelang Jawa Tengah dimana pesawat perang Inggris dibantu pasukan India Inggris mengambil kembali kendali atas kota. Pertempuran terus berlanjut, bagaimanapun, selama empat jam setelah gencatan senjata itu diatur antara Dr Achmed Soekarno, presiden republik Indonesia memproklamirkan diri, dan komandan Inggris, Brigjen. Richard Bethell.

Kantor berita Aneta melaporkan bahwa nara sumber dari republik di Batavia Rabu malam mengatakan pemerintah Belanda mengeluarkan kebijakan dalam menangani permasalahan tentang Indonesia akan diselesaikan oleh Gubernur Hubertus J. van Mook sebagai perwakilan pemerintah belanda di Hindia Belanda. Pemerintah Belanda di Den Haag menyatakan bahwa Van Mook telah bertindak melawan instruksi dalam pertemuan dengan Soekarno.

Situasi di Surabaya, tempat pertempuran besar terjadi dan di mana Brigjen. Inggris Aubertin WS Malaby dibunuh oleh orang Indonesia Selasa malam.

Para juru bicara memberikan rincian awal mengenai kematian Mallaby. Dia mengatakan Mallaby meninggalkan markasnya didampingi oleh dua perwira staf dengan sebuah mobil sambil mengibarkan bendera putih untuk mencoba untuk menghentikan pertempuran antara pasukan Inggris dan Indonesia di alun-alun bank Internasional.

Setelah itu, Mallaby berusaha untuk menyeberangi jembatan. Kemudia tanpa disengaja dia berhadapan dengan massa yang lain. Dua laki-laki muncul dan berteriak: “Buatlah kami meletakkan senjata kami. Buatlah kami menyerah.”

Kata juru bicara, Mallaby dan dua perwira ditangani dengan kasar. revolver Mallaby disambar dari tangannya. Massa menolak untuk mengizinkan dia untuk mendekati pasukan Inggris untuk memberikan perintah. Seorang kapten yang menemani Mallaby berusaha menarik dan menjahui dari kerumunan serta berusaha kembali ke pasukan Inggris. Mengetahu hal tersebut pasukan Inggris mulai menembak dan berusaha memubarkan kerumunan massa.

Selama pertempuran itu, dua orang Indonesia mendekati mobil dan memanggil nama Mallaby. Dia bersandar dari jendela dan ditembak. Kapten RC Smith dan Shaw Laughlan, keduanya terluka sedikit tapi berhasil meloloskan diri dari lemparan granat tangan dan terjun ke dalam sungai. Keduanya sekarang naik kapal perang Inggris di pelabuhan Surabaya.

ST. Petersburg Times

November 1945

Ditulis dengan blog WordPress.

Pribumi Hindia Belanda meminta Kemerdekaan

Batavia, Jawa, Okt, 1 – (Tertunda) – (AP) – Presiden Soekarno dari “Republik Indonesia”, yang mengklaim dukungan dari 63.000.000 penduduk pribumi di Hindia Belanda, mengatakan hari ini ia akan berunding dengan wakil-wakil Sekutu tetapi tidak dengan Belanda.

“Kami tidak menghendaki Belanda kembali berkuasa dan kami tidak akan berunding dengan Belanda,” Soekarno memaki jubah putih mengatakan dalam sebuah wawancara. ‘Kami pemerintahan republik yang memerintah negeri ini. ”

“Kami akan menarik kekuatan-kekuatan besar untuk kemerdekaan. Kita ingin setidaknya posisi yang sama seperti Filipina, dengan peralatan teknis dan bantuan dari Sekutu.”

Wakil Presiden Mohammad Hatta dari republik menambahkan:
“Kami sudah tiga setengah abad penjajahan Belanda dan tiga setengah tahun imperialisme Jepang. Itu cukup.”

Pasukan pendudukan Britania telah berusaha untuk mendapatkan pemimpin kemerdekaan dan pejabat Belanda bersama-sama untuk konferensi. Siaran Kantor Berita Belanda dari tanah air mengatakan pemerintah tidak akan berurusan dengan Soekarno. Tapi Charles O Van Der Plas, juru bicara Belanda di sini, mengatakan ia telah mengundang Soekarno, Mohammad Hatta, dan para pemimpin pribumi lain untuk berbicara dengan dia. Soekarno mengatakan dia tidak menerima undangan tersebut dan tidak mau menerimanya.

“Van der Plas di sini untuk kepentingan penjajahan Belanda,” katanya, “Bagaimana kita bisa membicarakan masalah kita dengan dia?”

Ia menolak proposal Belanda untuk dewan rakyat. Dia mengatakan 70.000.000 penduduk Indonesia harus memiliki perwakilan lebih besar daripada yang diusulkan tiga-perlima dari dewan dibandingkan dengan dua-perlima untuk 200.000 orang Belanda dan Eurasia.

Soekarno membela serangkaian pembicaraan radio anti-Amerika dan anti-Inggris pada masa perang dengan mengatakan bahwa dia membuat mereka “untuk memperoleh konsesi dari Jepang dan meminimalkan beban pada negara kita.”

Rabu, Oktober 3, 1945
ST. Petersburg Times
Halaman empat