Sepak Terjang Sjahrir Setelah Menjabat Sebagai Perdana Menteri Indonesia

Tindakan pertama Sjahrir sebagai Perdana Menteri adalah memerintahkan penyelidikan secara mendalam apa yang terjadi di Surabaya, Apakah, sebagai akibat dari perang gerilya oleh ekstremis, atau ofensif besar-besaran yang diluncurkan pasukan pendudukan Britania terhadap Indonesia.

Sjahrir hari ini mengatakan: “Kita harus melakukan protes kepada Britania, tetapi kita juga harus melihat ke dalam tindakan-tindakan orang-orang kita sendiri, yang belum jelas. Kita harus membereskan masalah dengan Inggris dan membiarkan mereka melanjutkan tugas mereka.”

Inilah tugas Ingris di Indonesia [Tugas Inggris adalah untuk melucuti Jepang, membebaskan tawanan perang dan interniran, dan memulihkan hukum dan ketertiban.]

Sjahrir menyadari bahwa Peristiwa Surabaya tidak meningkatkan kasus Indonesia di mata dunia. Sjahrir menyatakan bahwa Indonesia harus membebaskan dirinya dari moral-noda karena dianggap bekerja-sama dengan Jepang, dengan terhubung langsung dalam penggulingan Dr Soebarjo dan Dr Hatta, “Wakil Presiden,” yang selalu dihubungkan dengan bayang-bayang Jepang, dan memberhentikan kepala departemen yang loyal pada saat penjajahan Jepang. Sjahrir mengatakan yang harus selali dan dia yang paling diingat, adalah bahwa Indonesia harus membebaskan dirinya dari semua ide yang mungkin telah menyerap dari Jepang, dan yang mengilhami para pemuda untuk melihat kekerasan sebagai satu-satunya ekspresi nasionalisme.

Lima hari lalu Sjahrir mengeluarkan sebuah pamflet yang aneh dalam nada moderat, yang berbicara tentang “penyakit” yang banyak diderita oleh orang muda Indonesia, dan mengatakan kekerasan adalah metode jangka pendek dari sebuah nasionalis, tapi tidak akan menjadi yang terbaik dalam jangka panjang .

Setelah Konferensi Pemuda Nasionalis di Yogyakarta Sjarifuddin berkata: “Kami ingin pemuda untuk ambil bagian dalam pekerjaan rekonstruksi. Pemerintah akan berusaha mengirim mereka kembali ke sekolah.

Diberitakan oleh staf kami wartawan, CC Eager, dan AAP, di Surabaya, November 13

Bersumber dari

The Sydney Morning Herald

Wednesday, November 14, 1945

Ditulis dengan blog WordPress.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s