Pertempuran 10 November di Surabaya Menggunakan Taktik dari Jepang

Pada pertempuran 10 November di Surabaya Indonesia berjuang dengan pantang menyerah persis dengan tata cara bertempur pasukan Jepang. Dengan taktik dan tata cara bertempur seperti itu mampu menghambat pergerakan maju pasukan Inggris di Surabaya

Pasukan Inggris dan India mendarat di Surabaya mendapatkan perlawanan yang sengit, akan tetapi bukan perlawanan oleh rakyat jelata Indonesia, melainkan oleh pasukan yang terlatih dengan tabiat yang keras kepala atau tidak mudah menyerah.

Pasukan terlatih tersebut hari ini menyerang dimana Surabaya masih dalam keadaan bumi hangus akibat pertempuran sengit di pusat kota. Pergerakan mereka hanya tinggal menyisakan sekitar lima kilo lagi untuk menguasai bagian lain dari kota.

Di markas besar Jenderal Christison hari ini mengumumkan sebuah pernyataan bahwa mereka telah menemukan mayat dua orang Jepang yang mengenakan seragam Jepang, mayat tersebut ditemukan di sebuah bunker Indonesia yang digunakan untuk menyerbu di Surabaya. “Taktik yang digunakan oleh orang Indonesia adalah berasal dari standar dan praktik bertempur dari orang Jepang”. Mereka juga menyatakan hal sebagai berikut “Ada sedikit keraguan bahwa beberapa orang Jepang masih aktif terlibat dalam kerusuhan di Surabaya.

Diberitakan oleh staf kami wartawan, CC Eager, dan AAP, di Surabaya, November 13

Bersumber dari

The Sydney Morning Herald

Wednesday, November 14, 1945

Ditulis dengan blog WordPress.

Satu tanggapan untuk “Pertempuran 10 November di Surabaya Menggunakan Taktik dari Jepang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s