Pernah mendengar cerita kancil? dulu sering dikisahkan mencuri timun, bagaimana dengan sekarang, yuk kita baca ceritanya

Kancil Menari di Punggung Gajah

Hari sudah pagi, Gajah, Jerapah, Rusa, Kancil dan binatang siang lainnya sudah mulai mencari makan. Sementara itu, Singa, macan tutul, Burung Hantu, dan beberapa binatang malam lainnya tiba gilirannya untuk tidur. Mereka kelelahan dan kekenyangan setelah semalaman sibuk berburu. Namun tidak seperti biasanya, pagi itu matahari seolah bersembunyi. Sinarnya tidak tampak dan kehangatannya tidak terasa bagi penghuni hutan Alasatwa. Yang tampak hanyalah deretan awan yang mengantung di angkasa. Akibatnya, suasana di hutan Alasatwa menjadi redup, bahkan gelap.

Kegelapan ini ternyata membawa sial bagi Kancil. sewaktu berjalan menyusuri hutan, kancil terperosok kedalam sebuah lubang. Bluk! Kancil sangat kaget. Terlebih setelah ia tahu lubang itu cukup dalam dan lebar. tidak mungkin baginya untuk keluar begitu saja dari lubang itu. Berkali-kali kancil mencoba untuk melompat ke permukaan tetapi sia-sia. Permukaan tanah itu terlalu tinggi bagi si Kancil.

Kancil mencari cara agar bisa keluar dari lubang itu. Namun sampai beberapa lamaia belum juga menemukan. Ketika hampir putus asa, tiba-tiba Kancil mendengar suarayang semakin dekat. Brug… Brug… Brug… Kancil berharap suara itu adalah derap kaki Gajah. Kancil memsang telinganya baik-baik untuk memastikan bahwa itu adalah langkah Gajah.

Ternyata Kancil benar. Binatang yang sedang melangkah di dekatnya adalah Gajah. Cepat-cepat Kancil memanggilnya dengan suara lantang. “Hei…! kalau kamu kawanku, si Gajah, melongoklah kedalam lubang ini!” Teriaknya. Mendengar suara itu Gajah menghentikan langkahnya, lalu melongok kearah lubang. Ia tampak heran melihat sikancil berada di sana. “Mengapa kamu berada di lubang, Cil?” tanya Gajah dengan heran. “Dunia mau kiamat dan langit akan runtuh. Makanya aku bersembunyi di sini,” jawab Kancil bersungguh-sungguh. Mendengan jawaban si Kancil, seketika Gajah langsung panik. “Sebaiknya akau ikut sembunyi di lubang bersama mu, Cil,” kata Gajah seraya bersiap-siap untuk melompat ke dalam lubang. “Ya, tapi hati-hati, jangan sampai kamu menginjakku.” “Tentu. Minggirlah dulu sebentar, aku akan masuk kedalam lubang.” “Baik!” sahut Kamcil sambil menepi. “melompatlah sekarang.”

Tahu kan apa yang terjadi selanjutnya, apakah anda dirumah masih membackan cerita ini, nah Bapak Eddy Supangkat kembali menuliskan cerita ini, melalui Penerbit Kanisius, nah sekarang anda bisa menceritakan cerita ini kepada anak-anak kita lagi.